Spanyol milik Luis de la Fuente: Budaya dan konsistensi mendorong upaya Piala Dunia
Manajer Spanyol Luis de la Fuente telah membangun skuad yang didefinisikan oleh identitas kolektif dan rekor tak terkalahkan saat mereka mengincar kejayaan Piala Dunia.

Manajer Spanyol Luis de la Fuente telah mengarahkan timnya ke perempat final Piala Dunia melawan Belgia, mempertahankan rekor tak terkalahkan 35 pertandingan yang luar biasa. Di bawah kepemimpinannya, La Roja mengejar ganda langka dengan memegang gelar Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa secara bersamaan, prestasi yang hanya dicapai oleh Spanyol pada 2010, Prancis pada 2000, dan Jerman Barat pada 1974.
Sejak mengambil alih pada Januari 2023, De la Fuente hanya kalah tiga pertandingan, membawa Spanyol meraih kemenangan Euro 2024 dan kini berada dalam jangkauan kejayaan Piala Dunia. Gaya manajemennya yang rendah hati menyembunyikan komitmen mendalam untuk membangun budaya tim yang kohesif, dibentuk oleh puluhan tahun bekerja di dalam federasi sepak bola Spanyol.
Membangun identitas kolektif
Filosofi De la Fuente berpusat pada sepak bola sebagai olahraga tim yang dibangun oleh pemain yang tidak egois dan saling mendukung, mengutamakan kepentingan bersama di atas kecemerlangan individu. Ia berulang kali menekankan pentingnya 'orang baik' di ruang ganti—murah hati, disiplin, dan rela berkorban. Pendekatan ini telah menciptakan skuad yang harmonis di mana bakat dilengkapi dengan kemurahan hati.
Gaya Spanyol, yang berakar pada penguasaan bola dan kecerdasan posisional, bergantung pada pemain yang memahami permainan secara kolektif. De la Fuente telah mengembangkan identitas ini tanpa kehilangan intinya, memilih pemain yang cocok dengan sistem daripada memaksakan sistem di sekitar individu.
- De la Fuente telah bersama federasi Spanyol sejak 2013, membentuk pemain muda dan menanamkan nilai-nilai.
- Tim Spanyolnya menguasai bola tetapi menawarkan alternatif taktis.
- Skuad hanya memiliki tiga kekalahan dalam masa kepemimpinannya, mencerminkan stabilitas dan konsistensi.
- Pemain kunci seperti Lamine Yamal mewujudkan perpaduan bakat dan mentalitas mengutamakan tim.
Tantangan ke depan
Spanyol menghadapi Belgia di perempat final pada hari Jumat, dengan Prancis berpotensi menunggu di semifinal. Pendekatan berbasis budaya De la Fuente akan diuji melawan lawan papan atas, tetapi rekor tak terkalahkan dan identitas yang jelas memberi La Roja fondasi yang kuat. Bagaimana mereka menangani tekanan akan menentukan apakah mereka dapat menambahkan Piala Dunia ke mahkota Kejuaraan Eropa mereka.
Video terkait
Morning Footy LIVE: Previewing BOTH Quarterfinal matchups + World Cup News, Analysis & Debate
CBS Sports Golazo · 1.2K tayangan
WILL ENGLAND JOIN SPAIN AND FRANCE IN THE WORLD CUP SEMI-FINALS? 👀 | The S Word
talkSPORT · 1.1K tayangan
Berita terkait

Terungkap Kekuatan Statistik Tim Perempat Final Piala Dunia
Data Opta menyoroti keunggulan utama Prancis, Spanyol, Maroko, Belgia, dan Norwegia menjelang babak gugur.

Spanyol Ditahan Imbang oleh Cape Verde di Pembuka Piala Dunia, Update Skuad Muncul
Juara Eropa bertahan Spanyol ditahan imbang tanpa gol oleh Cape Verde, debutan turnamen, di pembuka Piala Dunia 2026.

Yamal peringatkan Prancis agar takut pada Spanyol jelang semifinal Piala Dunia
Bintang remaja Spanyol, Lamine Yamal, mengatakan Prancis harus waspada menghadapi La Roja di semifinal Selasa.