Perempat final Piala Dunia: Keunggulan statistik dari delapan tim yang tersisa
Analisis Opta mengungkap keunggulan statistik kunci setiap tim menjelang babak gugur.

Dengan perempat final Piala Dunia yang akan datang, data Opta menyoroti keunggulan statistik unik yang dimiliki masing-masing dari delapan tim yang tersisa. Dari dribel produktif Prancis hingga pertahanan kokoh Spanyol, angka-angka ini menggambarkan dengan jelas bagaimana tim-tim ini mencapai tahap ini.
Keunggulan statistik kunci
Prancis memimpin turnamen dalam dribel produktif sejauh setidaknya lima meter yang berakhir dengan tembakan atau peluang tercipta. Sembilan pemain telah mencatat setidaknya empat dribel seperti itu, termasuk Ousmane Dembélé, Kylian Mbappé, dan Michael Olise. Sementara itu, Maroko mencatat sprint terbanyak di antara tim perempat final, dengan rasio sprint per jarak tertinggi, yang menunjukkan intensitas fisik yang tinggi.
Rata-rata penguasaan bola Spanyol mirip dengan tim juara Euro 2012 mereka, dan mereka kebobolan expected goals (xG) terendah dari semua tim yang masih bertahan. Mereka juga memimpin turnamen dalam high turnovers—urutan permainan terbuka yang dimulai dalam jarak 40 meter dari gawang lawan—dengan 50 urutan seperti itu. Belgia berada di urutan kedua dalam high turnovers tetapi pertama dalam mengonversinya menjadi tembakan (15) dan gol (empat).
- Prancis: sembilan pemain dengan setidaknya empat dribel produktif
- Maroko: total sprint tertinggi dan rasio sprint per jarak tertinggi di antara tim perempat final
- Spanyol: xG kebobolan terendah; penguasaan bola dominan dan high turnovers (50)
- Belgia: tembakan dari high turnovers terbanyak (15) dan gol (4) di turnamen
- Argentina dan Inggris juga memiliki angka dasar yang kuat, dengan Inggris melakukan enam tembakan ke gawang Meksiko (lima tepat sasaran, tiga gol)
Apa selanjutnya
Menjelang perempat final, profil statistik ini bisa menjadi penentu. Ancaman dribel Prancis berhadapan dengan sprint intensitas tinggi Maroko, sementara permainan penguasaan bola Spanyol akan diuji oleh kemampuan Belgia menciptakan peluang dari high turnovers. Data menunjukkan pertandingan ketat di mana selisih kecil—dan kecemerlangan individu—dapat menentukan tim semifinalis.
Video terkait
EXTENDED HIGHLIGHTS: Ronaldo, Portugal Top Gyan, Ghana | 2014 World Cup
FIFA · 1.3K tayangan
1-Minute Classic: Maradona, Argentina Top Brazil | 1990 World Cup Round of 16
FIFA · 18.8K tayangan
Berita terkait

Spanyol Kalahkan Prancis ke Final Piala Dunia; Semifinal Inggris-Argentina Mengintai
Spanyol mengalahkan Prancis 2-0 untuk lolos ke final Piala Dunia, sementara Inggris bersiap menghadapi Argentina di semifinal.

Scaloni Menangis saat Menanggapi Masa Depan Argentina setelah Kekalahan di Final Piala Dunia
Pelatih Argentina Lionel Scaloni meneteskan air mata saat ditanya tentang masa depannya setelah kekalahan di final Piala Dunia melawan Spanyol.

New footage shows Molina threw first punch in World Cup final brawl
Unseen video claims Argentina's Nahuel Molina started the post-match fight by punching Spain's Rodri after the World Cup final.