Perjalanan Thomas Tuchel dari Bartender di Stuttgart menjadi Manajer Inggris
Pelatih asal Jerman itu bekerja di pesta-pesta hip-hop dan hampir menyerah pada sepak bola sebelum karirnya melesat.

Pada akhir tahun 1990-an, ketika Inggris bermain di Piala Dunia 1998, Thomas Tuchel bekerja sebagai bartender di pesta-pesta hip-hop yang liar di Stuttgart. Karier bermainnya terhenti karena cedera lutut, dan dia hampir menyerah sepenuhnya pada sepak bola.
Kerusakan tulang rawan Tuchel mengakhiri mimpinya bermain di Bundesliga pada usia 23. Cederanya begitu parah sehingga dia hampir tidak bisa naik turun tangga, dan asuransinya tidak menanggung operasi, membuatnya tidak memiliki tabungan.
Mantan pelatihnya di SSV Ulm, Ralf Rangnick, mengetahui situasi Tuchel dan meneleponnya, menanyakan mengapa dia bekerja di bar. Rangnick membujuk Tuchel untuk bergabung dengan Stuttgart sebagai pelatih tim muda, sebuah keputusan yang meluncurkan karier kepelatihannya.
Rangnick kemudian mengatakan kepada BBC bahwa dia selalu melihat potensi Tuchel sebagai pelatih. 'Dia selalu tertarik mengapa kami bermain seperti yang kami mainkan,' kenang Rangnick. Tuchel kemudian menjadi salah satu pemikir paling tajam dalam sepak bola dan sekarang menjadi manajer Inggris yang bertugas memenangkan Piala Dunia.
Video terkait
"VERY IMPRESSED!" Thomas Tuchel has WON OVER Jamie O'Hara who "HATED" him after World Cup
talkSPORT · 28.3K tayangan
Kane says England’s 7-0 win against Croatia is their best performance under Thomas Tuchel! 🏴
Sky Sports Football · 17K tayangan
Berita terkait

Tuchel confirms back injury ruled Mainoo out of England's third-place win
England beat France 6-4 in Miami to secure third place, but Kobbie Mainoo missed the match with a back injury sustained in training.

Kane backs Tuchel to learn from England's World Cup exit
England's captain says the squad must use the Nations League to gain experience against top opposition after a semi-final loss to Argentina.

Kritik Tuchel terhadap Taktik Southgate Berbalik Arah Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia
Kritik masa lalu Thomas Tuchel terhadap pendekatan negatif Gareth Southgate kembali menghantuinya saat Inggris tersingkir di semifinal Piala Dunia.